Satu Minggu Mengabdi 2026, Wujud Dedikasi Mahasiswa Pendidikan Masyarakat dalam Pemberdayaan Masyarakat Desa Manggungjaya
Himpunan Mahasiswa Pendidikan Masyarakat (HIMAPENMAS) FKIP Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) telah melaksanakan kegiatan Satu Minggu Mengabdi (SMM) 2026 di Dusun 03, Desa Manggungjaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Kegiatan yang dilaksanakan pada 12–18 Juli 2026 ini mengusung tema “Menguatkan Nilai Pengabdian melalui Dedikasi, Kolaborasi, dan Inovasi dalam Mewujudkan Masyarakat yang Berdaya dan Berkelanjutan melalui Kegiatan Satu Minggu Mengabdi 2026.” Kegiatan ini melibatkan 38 panitia dari mahasiswa Pendidikan Masyarakat FKIP Unsika dan dilaksanakan dengan dukungan Pemerintah Desa Manggungjaya di bawah kepemimpinan Kepala Desa Didi Sukardi.
Satu Minggu Mengabdi merupakan salah satu bentuk pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama perkuliahan, tetapi juga belajar berinteraksi secara langsung dengan masyarakat serta memahami kondisi dan kebutuhan lingkungan sekitar. Program yang dilaksanakan mencakup bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, lingkungan, serta kegiatan sosial dan keagamaan.
Rangkaian kegiatan SMM 2026 diawali dengan Opening Ceremony yang dilaksanakan pada 9 Juli 2026 di Auditorium Gedung FKIP Unsika. Kegiatan tersebut diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Hymne dan Mars Unsika serta Mars FKIP, laporan ketua pelaksana, sambutan, pembukaan kegiatan, doa, dan ditutup dengan penampilan tari tradisional serta dokumentasi bersama.
Dalam bidang pendidikan, mahasiswa melaksanakan kegiatan pembelajaran di PAUD Bani Al-Muntasir dan PKBM Bina Bangsa. Kegiatan pembelajaran dilakukan melalui berbagai materi dan aktivitas, di antaranya Pendidikan Agama Islam, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Ilmu Pengetahuan Sosial, Pendidikan Kewarganegaraan, olahraga, serta kegiatan kokurikuler dan keterampilan. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa berkesempatan untuk berbagi pengetahuan sekaligus menciptakan suasana belajar yang lebih aktif dan menyenangkan bagi peserta didik.
Selain pendidikan, SMM 2026 juga menghadirkan kegiatan di bidang kesehatan. Mahasiswa bersama pihak terkait melaksanakan penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan menerapkan pola hidup bersih dalam kehidupan sehari-hari.
Di bidang ekonomi, mahasiswa memberikan pendampingan dan pelatihan kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama Dinas Koperasi Kabupaten Karawang dengan materi yang berkaitan dengan pengenalan dan pengembangan usaha. Sementara itu, untuk meningkatkan minat masyarakat terhadap kegiatan membaca, mahasiswa juga melaksanakan Perpustakaan Keliling (Perpusling) bersama Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Karawang.
Perhatian terhadap lingkungan juga menjadi bagian dari rangkaian SMM 2026. Mahasiswa melaksanakan penyuluhan mengenai pengolahan sampah, membuat fasilitas kebersihan, serta mengadakan kegiatan Jumat Bersih bersama masyarakat. Kegiatan lingkungan kemudian dilanjutkan dengan penanaman bibit dan pembuatan ecobrick sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan di sekitar masyarakat.
Tidak hanya berfokus pada program pendidikan dan pemberdayaan, mahasiswa juga mengikuti kegiatan sosial dan keagamaan bersama masyarakat. Kegiatan pengajian dan ramah tamah menjadi salah satu sarana untuk mempererat hubungan antara mahasiswa dengan warga selama pelaksanaan pengabdian. Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan masyarakat diharapkan dapat membangun komunikasi, kebersamaan, dan rasa saling mendukung antara mahasiswa dan masyarakat. Rangkaian SMM 2026 kemudian ditutup pada 18 Juli 2026 melalui Closing Ceremony yang diisi dengan sambutan, penyerahan plakat, penampilan seni, lokakarya, dan dokumentasi bersama. Kegiatan ditutup dengan pembersihan lokasi sebelum mahasiswa kembali meninggalkan Desa Manggungjaya.
Melalui pelaksanaan Satu Minggu Mengabdi 2026, mahasiswa Pendidikan Masyarakat tidak hanya mendapatkan pengalaman dalam menjalankan program di tengah masyarakat, tetapi juga belajar mengenai kerja sama, komunikasi, kepemimpinan, dan tanggung jawab sosial. Kehadiran mahasiswa diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Desa Manggungjaya sekaligus menjadi pengalaman yang bermakna bagi mahasiswa dalam menerapkan ilmu Pendidikan Masyarakat secara langsung.



.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar